Diberdayakan oleh Blogger.

Hendi Prio Santoso PGN Kembangkan Jaringan Gas Nusantara

Program itu dimulai tahun 2014 yang bersinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Terbaru adalah penyaluran gas bumi untuk rumah tangga di Bogor dan Tangerang. Adapun proyek jargas bekejasama Kementerian ESDM lain ada di 14 lokasi. Jargas tersebut saat ini ada yang sedang dibangun dan sudah selesai dibangun.

Direktur Utama PT PGN Hendi Prio Santoso dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, mengatakan, catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama 2014 adalah mewujudkan energi non fosil yang ramah lingkungan, murah dan terjamin pasokannya bagi industri serta sektor transportasi.

Selengkapnya:

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan Gas Negara (PT PGN)  terus mengembangkan proyek jaringan gas (jargas) di Nusantara, melalui Program PGN Sayang Ibu, dan menambah sambungan ke rumah tangga hingga 1 juta unit.

Program itu dimulai tahun 2014 yang bersinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Terbaru adalah penyaluran gas bumi untuk rumah tangga di Bogor dan Tangerang. Adapun proyek jargas bekejasama Kementerian ESDM lain ada di 14 lokasi. Jargas tersebut saat ini ada yang sedang dibangun dan sudah selesai dibangun.

Direktur Utama PT PGN Hendi Prio Santoso dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, mengatakan, catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama 2014 adalah mewujudkan energi non fosil yang ramah lingkungan, murah dan terjamin pasokannya bagi industri serta sektor transportasi.

Kemajuan pembangunan infrastruktur itu disebut Dirut PGN Hendi Prio Santoso, calo gas tak ada di lingkungan dan pengelolaan bisnis Perusahaan Gas Negara. Seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi.

Apalagi masih menurut Hendi, korupsi tak ditolerir sedikit pun dalam organisasi PGN melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Sehingga gerak laju PGN dapat menghasilkan kinerja dan performa terbaiknya, dengan biaya yang efisien.

Hal itu juga sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritasnya.

Hendi mengatakan bahwa PGN siap untuk mendapatkan penugasan lanjutan dari Kementerian ESDM dalam mengoperasikan jargas di wilayah Indonesia lainnya.

"Kerjasama antara PGN dan Kementerian ESDM ini tentunya akan membuat makin banyak lagi rumah tangga yang menggunakan gas bumi," ujarnya.

Hendi menambahkan PGN berkomitmen dan konsisten dalam mendukung program pemerintah mewujudkan konversi energi ke gas bumi. Melalui pembangunan infrastruktur dan penyaluran gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia, PGN membuktikan bahwa gas bumi mampu memperkuat daya saing sektor industri, menciptakan penghematan bagi sektor rumah tangga, UKM dan transportasi, serta mengurangi ketergantungan dari impor energi.

"Sebagai BUMN gas bumi, PGN akan terus melakukan inisiatif dan inovasi untuk memastikan bahwa energi baik ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia," demikian Hendi Prio Santoso.

Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/488406/pgn-kembangkan-jaringan-gas-rumah-tangga-di-nusantara

Hendi Prio Santoso : PGN Bangun Jaringan Gas

Banyak sumber energi yang bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat selain energi dari minyak bumi, ada energi alternatif dan juga energi gas bumi. Perusahaan Gas Negara sebagai sebuah BUMN gas di Indonesia mencanangkan untuk mendukung penyediaan energi baik untuk masyarakat. 

PGN Bangun Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Cirebon

Gas bumi adalah energi baik yang murah, aman dan ramah lingkungan. Dari sisi harga gas bumi jauh lebih murah dibandingkan LPG. Penggunaan gas bumi bagi rumah tangga akan mengurangi biaya subsidi LPG 3 kilogram dan menekan impor LPG. Untuk subsidi LPG 3 kilogram di APBN 2015 menghabiskan anggaran Rp 55 trilyun.“Bayangkan jika semakin banyak rumah tangga memakai gas bumi, tentunya beban subsidi berkurang dan begitu pula impor LPG,” kata Hendi.

PGN Bangun Jaringan Gas

Pembangunan Jaringan Gas untuk masyarakat oleh Perusahaan Gas Negara.

Selengkapnya:

Jakarta, HanTer - Kebutuhan rakyat atas energi yang terjangkau, ramah lingkungan dan berkesinambungan masih menjadi tuntutan tersendiri bagi Pemerintah. Berdasarkan data pada tahun 1970-an, Indonesia menjadi negara produsen minyak dengan volume produksi 1,7 juta barrel per hari. Dan sekarang kapasitas produksi tersebut sudah jauh menurun  menjadi kisaran 700 ribu-800 ribu barrel saja per hari.

Dengan demikian, tanpa adanya penemuan cadangan minyak baru, cadangan lama diperkirakan akan habis dalam hitungan 11 tahun lagi. hingga saat ini pemanfaatan gas bumi di dalam negeri masih belum maksimal dan harus didukung oleh berbagai rencana untuk peningkatan pemanfaatan gas bumi dalam negeri, termasuk rencana pembangunan jaringan distribusi gas bumi yang terpadu guna memibu pertumbuhan pasar gas, ekonomi, pengembangan wilayah dan pembukaan lapangan kerja. Program ini memerlukan dukungan semua pihak agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dan menekan subsidi BBM serta mendorong penggunaan energi yang lebih bersih. Pembangunan jargas telah dilakukan Kementerian ESDM cq Ditjen Migas sejak tahun 2009 dan hingga saat ini telah terpasang sekitar 73.000 satuan rumah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Hendi Prio Santoso, catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama 2014 adalah mewujudkan energi non fosil yang ramah lingkungan, murah dan terjamin pasokannya bagi industri serta sektor transportasi.

Pembangunan jargas di kota Cirebon dilakukan oleh Kementrian ESDM cq Ditjen Migas pada tahun 2012 dengan total 4.000 sambungan rumah (SR), terdiri dari 11 sektor yaitu sektor 1  sejumlah 512 SR berada di kelurahan Kalijaga dan Harjamukti, sektor 2  sampai dengan sektor 8 sejumlah 2.350 SR berada di kelurahan Kalijaga, sektor 9 sejumlah 384 SR berada di kelurahan Kalijaga dan Argasunya serta sektor 10 dan 11 sejumlah 754  SR berada di kelurahan Argasunya.

Kemajuan pembangunan infrastruktur ini, Hendi mengatakan, calo gas tak ada di lingkungan dan pengelolaan bisnis PGN. Seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi.

Apalagi masih menurut Hendi, korupsi tak ditolerir sedikit pun dalam organisasi PGN  melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Sehingga gerak laju PGN dapat menghasilkan kinerja dan performa terbaiknya,dengan biaya yang efisien.  Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritas nya

Gas bumi adalah energi baik yang murah, aman dan ramah lingkungan. Dari sisi harga gas bumi jauh lebih murah dibandingkan LPG. Penggunaan gas bumi bagi rumah tangga akan mengurangi biaya subsidi LPG 3 kilogram dan menekan impor LPG. Untuk subsidi LPG 3 kilogram di APBN 2015 menghabiskan anggaran Rp 55 trilyun.“Bayangkan jika semakin banyak rumah tangga memakai gas bumi, tentunya beban subsidi berkurang dan begitu pula impor LPG,” kata Hendi.

Hendi menambahkan bahwa PGN terus berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat. Sebagai energi baik, perluasan pemanfaatan gas bumi akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak maupun impor elpiji. Sehingga akan tercipta kemandirian energi.

Sumber : 
http://harianterbit.com/m/welcome/read/2015/03/31/23955/21/21/PGN-Bangun-Jaringan-Distribusi-Gas-Bumi-untuk-Rumah-Tangga-di-Cirebon
 




Hendi Prio Santoso - Calo Gas Dihadang Kode Etik

Hendi Prio Santoso, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN. "Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," katanya.

Hendi Prio Santoso - Calo Gas Dihadang Kode Etik

Korupsi dan calo tidak memiliki peluang di PGN dengan adanya "zero tolerance corruption"

Baca juga : Hendi Pro Santoso - Korupsi Dihadang Zero Tolerance Corruption
 
Selengkapnya :

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai salah satu BUMN kini membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, berupa semangat "zero tolerance corruption" (toleransi nol korupsi) dan mewujudkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan.

"PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan"," kata  Dirut PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan-red) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

"Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," katanya.

Hendi menambahkan, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar.

Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi.

Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat.

Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai "ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service".

Hendi Pro Santoso - Korupsi Dihadang Zero Tolerance Corruption

Demi membangun sebuah perusahaan yang berprestasi dan terbebas dari korupsi di semua lini, Perusahaan Gas Negara (PGN) mengembangkan budaya "tidak ada toleransi dengan korupsi" atau "nol korupsi" dengan program "Zero Tolerance Corruption"


PGN nol korupsi menjadi tekad seluruh jajaran PGN.


Seluruh jajaran PGN harus mengikuti "kode etik" yang akan dibudayakan untuk membangun budaya perusahaan yang sehat dan baik sebagai salah satu BUMN yang menjadi andalan Indonesia dalam menyokong pembangunan.

Selengkapnya:

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai salah satu BUMN kini membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, berupa semangat "zero tolerance corruption" (toleransi nol korupsi) dan mewujudkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan.

"PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan"," kata  Dirut PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan-red) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

"Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," katanya.

Hendi menambahkan, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar.

Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi.

Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat.

Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai "ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service".

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/485065/pgn-wujudkan-zero-tolerance-corruption

Hendi Prio Santoso - PGN Jadikan Jakarta Model Kota Gas

Hendi Prio Santoso Direktur Utama PGN menjelaskan bahwa hingga saat ini PGN sudah memiliki jaringan pipa distribusi gas bumi di DKI Jakarta sepanjang 701 kilometer. Hingga semester pertama tahun ini, khususnya di DKI, PGN sudah menambah jaringan gas sepanjang 60 kilometer.

Jaringan distribusi di wilayah DKI Jakarta adalah bagian dari jaringan distribusi PGN di Jawa Bagian Barat. Totalnya sepanjang 2.150 kilometer. Adapun panjang pipa PGN secara nasional lebih dari 6.000 kilometer yang membentang di Sumatera dan Jawa.


Hendi menjelaskan bahwa dari sekitar 60 Badan Usaha Hilir Gas yang ada di Indonesia, PGN merupakan satu-satunya Badan Usaha yang mengembangkan infrastruktur gas secara terintegrasi untuk seluruh lapisan masyarakat. Jaringan pipa gas PGN mengalirkan gas untuk berbagai sektor mulai dari sektor rumah tangga, industri, komersial, UKM, listrik dan transportasi. “PGN tidak hanya mengedepankan usaha niaga semata namun tetap menerapkan konsep pengembangan infrastruktur gas terintegrasi,” kata Hendi Prio Santoso.

Saat ini, jumlah pelanggan PGN di DKI Jakarta sekitar 13.900 pelanggan. Dari jumlah itu, sekitar 13.500 di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dan usaha kecil. Adapun jumlah pelanggan PGN secara nasional lebih dari 100.000 pelanggan. “Mayoritas adalah rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti warung bakso, pempek dan lainnya,” kata Hendi.

Hendi Prio Santoso - Catatan PGN Peduli

Program PGN Peduli Berbagi Sembako ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial yang dilakukan PGN dengan memberikan bantuan sebanyak 32 ribu paket sembako. Setiap paket berisi 5 kg beras, 2 kg gula pasir dan 2 liter minyak goreng senilai Rp. 100.000. Paket sembako ini dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di masing – masing wilayah operasi.
 
PGN Peduli Berbagi Sembako merupakan langkah nyata PGN untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan bahan – bahan pangan menjelang Bulan Ramadhan 1434 H.  Kegiatan ini sesuai dengan komitmen PGN untuk meneruskan energi baik dan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kegiatan PGN Peduli Berbagi Sembako juga merupakan bentuk dukungan bagi program – program Pemerintah dalam membantu masyarakat.
 
Hendi Prio Santoso - Catatan PGN Peduli

“Kami berharap kegiatan PGN Peduli Berbagi Sembako ini dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, sehingga mereka dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial PGN dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah operasional PGN,” ujar Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso.
 
Kegiatan PGN Peduli Berbagi Sembako dilaksanakan serentak oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) di seluruh wilayah operasional. Untuk PGN Pusat dilaksanakan di Kelurahan Krukut dan Kelurahan Petojo masing-masing sejumlah 3000 paket yang bekerja sama dengan TNI (Brigif 1 PIK / JS). PGN SBU I (meliputi wilayah Sumatera Selatan hingga Jawa Barat termasuk Jakarta – Bogor) dilaksanakan di Desa Sukadanau - Cikarang Barat dan Kelurahan Kayuringin Jaya – Bekasi Selatan masing-masing sejumlah 2500 paket yang bekerja sama dengan ACT.